Gambar hero untuk Cara mendapatkan Plasma 6.6.x di Kubuntu tanpa install ulang

Cara mendapatkan Plasma 6.6.x di Kubuntu tanpa install ulang

05/04/2026

FrankenDebian (mencampur repositori) umumnya tidak disarankan karena berpotensi menyebabkan dependency hell (neraka dependensi), namun jika kita mengetahui triknya, kita dapat menggunakan metode ini untuk mendapatkan stabilitas LTS Ubuntu dan bleeding-edge (mirip rolling release) dari KDE Neon.

Salah satu keuntungan melakukan bedah OS ini, kita akan mendapatkan KDE Plasma terbaru (versi 6.6.x) tanpa harus menunggu rilis Kubuntu 26.04 yang masih akan rilis beberapa bulan lagi.

Untuk mencegah keduanya tidak merusak satu sama lain, kita dapat melakukan beberapa langkah seperti berikut.

Persiapan

Perbarui semua paket

Sebelum memulai, sebaiknya pastikan Ubuntu 24.04 sudah di versi paling baru dan tidak ada pembaruan yang tertunda, gunakan perintah sudo apt update && sudo apt upgrade untuk memperbarui semua paket.

Catatan: Jangan ikut ketik tanda backtick   di awal dan akhir kode/perintah, itu hanya penanda blok kode untuk memudahkan penulisan.

Tambahkan kunci GPG KDE Neon

Unduh dan percayai kunci penandatanganan resmi KDE Neon agar sistem kita dapat memverifikasi paket-paket tersebut.

Baca juga: Threads Akan Dapatkan Tombol Edit
bash
wget -qO - '[https://archive.neon.kde.org](http://archive.neon.kde.org/public.key)' | sudo gpg --dearmor -o /usr/share/keyrings/neon-archive-keyring.gpg

Tambahkan repositori pengguna KDE Neon

Buat berkas sumber baru untuk repositori Neon.

bash
echo "deb [signed-by=/usr/share/keyrings/neon-archive-keyring.gpg] http://archive.neon.kde.org/user noble main" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/neon.list

Prioritaskan paket Neon (Pinning)

Untuk memaksa sistem memilih versi KDE Plasma dari repositori Neon, kita perlu melakukan pinning “god mode” ke nilai 1100 untuk membuatnya sebagai sumber yang wajib dipatuhi, ketik perintah sudo nano /etc/apt/preferences.d/99-neon-base-files, kemudian ini dengan kode ini.

bash
# SPDX-License-Identifier: GPL-3.0-only OR LicenseRef-KDE-Accepted-GPL
# SPDX-FileCopyrightText: 2019 Jonathan Riddell <jr@jriddell.org>

Package: base-files
Pin: origin "archive.neon.kde.org"
Pin-Priority: 1100

Selanjutnya, buat juga file lainnya yaitu untuk menyelaraskan repositori ketika kita menggunakan APT atau PackageKit baik melalui GUI seperti Discover, Apper & melalui CLI. Buat file baru dengan perintah sudo nano /etc/apt/preferences.d/50-neon-ubuntu-release-upgrader. Isi dengan kode berikut.

bash
# SPDX-License-Identifier: GPL-3.0-only OR LicenseRef-KDE-Accepted-GPL
# SPDX-FileCopyrightText: 2020 Harald Sitter <sitter@kde.org>

# Pin ubuntu-release-upgrader. There's no reason we'd ever want to use the
# upgrader from ubuntu since it's not adjusted to neon. So, same as with
# base-files we'll want to stick to our version even when there's a new
# version from ubuntu available. The new version will be merged in due time.

Package: python3-distupgrade
Pin: origin "archive.neon.kde.org"
Pin-Priority: 1100

Package: ubuntu-release-upgrader-core
Pin: origin "archive.neon.kde.org"
Pin-Priority: 1100

Package: ubuntu-release-upgrader-gtk
Pin: origin "archive.neon.kde.org"
Pin-Priority: 1100

Package: ubuntu-release-upgrader-qt
Pin: origin "archive.neon.kde.org"
Pin-Priority: 1100

Lakukan verifikasi apakah pinning sudah benar atau belum dengan perintah ini.

Iklan
bash
sudo apt-cache policy

Skrol kebawah dan keatas untuk melihat daftar repositori dan prioritas yang ditetapkan. Repositori KDE Neon (cari o=KDE neon) akan menunjukkan prioritas 1100. Repositori Ubuntu standar akan tetap pada prioritas default (biasanya 500).

Pindah ke mode tty

Setelah kita menyetel semua langkah-langkah diatas, sekarang kita harus masuk ke zona steril (tanpa ada runtime atau library KDE yang dipakai), yaitu mode CLI*/*tty, di mode ini kita akan menghapus semua aplikasi KDE Plasma yang terpasang di Kubuntu.

bash
sudo systemctl isolate multi-user.target

Setelah mengetik perintah diatas, kita akan masuk ke mode teks tty (CLI), dengan begitu kita dapat menghapus semua paket yang berhubungan plasma 5, gunakan perintah berikut baris-per-baris.

text
sudo apt remove kubuntu-desktop
sudo apt remove qt*
sudo apt remove libkf*
sudo apt remove kwin*
sudo apt remove plasma*
sudo apt remove kf*
sudo apt remove plasma-desktop kde-standard

Siapkan fallback (khusus Kubuntu)

Untuk pengguna Kubuntu,sebaiknya siapkan satu DE ringan seperti Xfce4 atau Mate, jadi ketika proses instalasi Neon gagal. kita bisa mengaudit kembali konfigurasi Neon kita, memperbaikinya dan juga memberikan kita opsi untuk selamanya menghindari instalasi Noble-Neon.

Baca juga: Google hentikan layanan VPN Google One

Untuk pengguna Xubuntu, Ubuntu atau Ubuntu Mate, jangan hapus DE Xfce4, Gnome3 atau Mate. Gunakan DE tersebut sebagai penyelamat jika proses instalasi gagal.

Instalasi Plasma 6.6.x dari KDE Neon

Setelah masuk mode tty, selanjutnya eksekusi perintah berikut baris demi baris, supaya terlihat progress tiap perintah.

bash
sudo apt update
sudo apt install neon-desktop

Karena KDE Plasma menggunakan SDDM sebagai Login Manager, kita harus berpindah ke SDDM, ketika proses instalasi kita akan diminta untuk memilih pindah ke SDDM atau tetap berada di GDM (jika menggunakan Ubuntu/Xubuntu/Mate).

Iklan

Untuk menyelesaikan proses instalasi Neon, jalankan perintah ini setelah dua perintah sebelumnya dijalankan tanpa kendala.

bash
sudo apt full-upgrade

Restart & verifikasi

Untuk menyelesaikan dan melihat apakah proses migrasi berhasil atau tidak, lakukan restart. Jika tampilan session di pojok kanan bawah sudah menunjukkan Plasma (Wayland) dan Plasma (X11), artinya instalasi Plasma 6.6 dari KDE Neon sudah berhasil dengan baik. Selanjutnya kita bisa masuk dengan nama pengguna dan kata sandi kita seperti biasa.

Untuk memeriksa apakah KDE Neon sudah terpasang dengan baik, lakukan cek singkat dengan mengetik perintah cat /etc/os-release dan cat/etc/lsb-release hingga muncul teks berikut.

os-release

bash
PRETTY_NAME="KDE neon User Edition"
NAME="KDE neon"
VERSION_ID="24.04"
VERSION="User Edition"
VERSION_CODENAME=noble
ID=neon
ID_LIKE="ubuntu debian"
HOME_URL="https://neon.kde.org/"
SUPPORT_URL="https://neon.kde.org/"
BUG_REPORT_URL="https://bugs.kde.org/"
PRIVACY_POLICY_URL="https://kde.org/privacypolicy/"
UBUNTU_CODENAME=noble
LOGO=start-here-kde-neon

lsb-release

bash
DISTRIB_ID=neon
DISTRIB_RELEASE=24.04
DISTRIB_CODENAME=noble
DISTRIB_DESCRIPTION="KDE neon User Edition"

Kita dapat melakukan pemeriksaan paket yang terpasang, misal menggunakan perintah apt search python3 | grep installed untuk melihat paket yang terpasang dan sumbernya, apakah dari Neon, Noble atau lainnya.

bash
WARNING: apt does not have a stable CLI interface. Use with caution in scripts.

libpyside6-py3-6.10/noble,now 6.10.2-0zneon+24.04+noble+release+build84 amd64 [installed,automatic]
libpython3-dev/noble-updates,noble-security,now 3.12.3-0ubuntu2.1 amd64 [installed,automatic]
python3-apport/noble-updates,noble-updates,noble-security,noble-security,now 2.28.1-0ubuntu3.8 all [installed,automatic]

Pada apt search diatas, kita melihat ada dua sumber, yaitu zneon yang berasa dari KDE Neon, dan noble (security, updates) yang berasal dari Ubuntu.

Kita juga dapat melakukan pemeriksaan source, repo, dan pinning dengan perintah berikut:

bash
sudo apt update
Hit:1 http://security.ubuntu.com/ubuntu noble-security InRelease                                             
Hit:2 http://archive.ubuntu.com/ubuntu noble InRelease                                                       
Get:3 http://archive.neon.kde.org/user noble InRelease [203 kB]                                  
Hit:4 http://archive.ubuntu.com/ubuntu noble-updates InRelease                
Hit:5 http://archive.ubuntu.com/ubuntu noble-backports InRelease               
Hit:6 https://packages.mozilla.org/apt mozilla InRelease                       
Get:7 http://archive.neon.kde.org/user noble/main Sources [1,553 kB]                                         
Get:8 http://archive.neon.kde.org/user noble/main i386 Packages [1,129 kB]                                   
Get:9 http://archive.neon.kde.org/user noble/main amd64 Packages [4,097 kB]                                  
Get:10 http://archive.neon.kde.org/user noble/main all Packages [1,122 kB]                                   
Get:11 http://archive.neon.kde.org/user noble/main Neon APT Pins [22.3 kB]                                   
Get:12 http://archive.neon.kde.org/user noble/main amd64 Components [1,810 kB]                               
Get:13 http://archive.neon.kde.org/user noble/main Icons (48x48) [623 kB]                                    
Get:14 http://archive.neon.kde.org/user noble/main Icons (64x64) [916 kB]                                    
Get:15 http://archive.neon.kde.org/user noble/main Icons (64x64@2) [6,133 B]                                 
Get:16 http://archive.neon.kde.org/user noble/main Icons (128x128) [2,140 kB]                                
Get:17 http://archive.neon.kde.org/user noble/main amd64 c-n-f Metadata [63.6 kB]                            
Fetched 13.7 MB in 1min 31s (150 kB/s)                                                                       
Updating KDE neon pins... Done

Ubuntu kita sekarang dikenali sebagai KDE neon User Edition, meskipun tetap menggunakan Kubuntu/Ubuntu/Xubuntu/Mate 24.04 sebagai base OS, tapi paket-paket KDE Plasma sudah menggunakan yang terbaru.

Iklan

Pembersihan paket-paket

Setelah semuanya berfungsi dengan baik, kita dapat menghapus paket-paket yang tidak dibutuhkan lagi, dengan mengetik perintah berikut.

bash
sudo apt autoremove -y

Pindah ke GUI

Setelah instalasi selesai, set kembali sistem ke mode GUI dengan perintah ini.

bash
sudo systemctl set-default graphical.target

Setelah selesai, lakukan restart & sistem akan masuk ke mode GUI seperti sebelumnya.

Kesimpulan

Migrasi dari Ubuntu 24.04 ke KDE Neon melalui APT pinning adalah pendekatan “Frankenstein” berisiko tinggi yang efisien untuk pengguna tingkat lanjut tetapi berbahaya untuk pengguna awam-menengah.

Sistem ini adalah hybrid Stable-Rolling (Stable LTS Ubuntu & Rolling KDE Neon), kita tidak melakukan migrasi yang bersih dan sesuai saran komunitas yaitu clean install. Kita mempertahankan kernel Ubuntu 24.04 dan utilitas dasar sambil “memaksa” lapisan desktop Plasma terbaru Neon di atasnya.

Setelah migrasi ini, sistem OS kita bukan lagi Ubuntu secara utuh, tapi akan dikenali sebagai KDE Neon User Edition akan berprilaku seperti layaknya Neon, misal penggunaan apt full-upgrade atau apt-get dist-upgrade alih-alih menggunakan apt upgrade.

a24a8b10337ee8ab

Topik dalam Artikel Ini

KDE Plasma Neon Ubuntu Canonical

Memuat kontributor…

Dan para kontributor lainnya yang mendukung MauCariApa.com.

Dukung Kami
Telkomsel Orbit logo

Telkomsel Orbit

Penyedia layanan internet rumah yang menggunakan perangkat modem WiFi tanpa langganan

Diskusi & Komentar

Panduan Komentar
  • • Gunakan bahasa yang sopan dan konstruktif
  • • Hindari spam, promosi, atau link yang tidak relevan
  • • Komentar akan terus dipantau secara berkala

Tentang Penulis

MauCariApa.com

MauCariApa.com

MauCariApa.com hadir sebagai wadah bagi para pencinta teknologi untuk saling belajar dan berkembang

Lanjut Membaca