Mengenal istilah konten adalah raja
Konten adalah raja adalah istilah yang pertama kali dipopulerkan oleh Bill Gates dalam esainya berjudul “Content is King” yang diterbitkan pada tahun 1996 di website Microsoft. Dalam SEO secara umum (terutama paradigma lama), ini sangat penting, karena menempatkan konten sebagai aspek paling penting dibandingkan algoritma dan audiens itu sendiri.
Namun, jika kita melihat dari paradigma SEO lama dan baru, itu akan jadi dua hal berbeda dan saling melawan satu sama lain.
SEO lama
Pada fase ini, dimana semua metode SEO sebelum HCU menempatkan konten sebagai raja, harus dihormati, dan alat utama melayani mesin.
Sehingga muncullah berbagai ceklis SEO, aturan-aturan seperti:
- Gunakan heading (H1, H2, H3) untuk membagi konten menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan teratur
- Optimasi kata kunci didalam judul, meta deskripsi, dan heading
- Perbarui konten secara berkala untuk menunjukkan aktivitas situs yang relevan
- Menyertakan gambar, video atau infografis yang bisa menjelaskan konten yang kompleks dan meningkatkan waktu kunjung (dwelling time)
Aturan-aturan tersebut sangat baik, sesuai “best practice” yang sudah teruji oleh pakar-pakar SEO.
Ini juga dapat meningkatkan pemahaman mesin pencari (algoritma) terhadap situs kita, peluang lebih banyak backlink, dan peningkatan konten itu sendiri melalui kata kunci yang dioptimasi.
Dengan melakukan aturan-aturan itu beserta manfaat yang akan didapatnya, istilah konten adalah raja menjadi valid dan tujuan akhirnya adalah “dilirik” oleh algoritma (meningkatkan ranking konten kita).
SEO baru
Pada SEO baru, konten memang raja tapi bukan untuk melayani algoritma, melainkan melayani manusia. Ini sejalan dengan misi Google setelah HCU yang mengutamakan manusia diatas segalanya.
Jadi, meskipun konten tetap jadi raja, paradigma SEO baru tidak lagi kaku pada aturan dan ceklis yang membosankan, tetapi kembali ke passion dan kebutuhan konten penulis.
Pada artikel antroposentrik SEO, kami mengutip:
Google pasca HCU menargetkan manusia sebagai tujuan utamanya, bukan menilai dirinya sebagai pusat gravitasi seperti pada beberapa tahun sebelumnya. Inilah yang kemudian dieksploitasi jadi ceklis SEO seperti harus minimal 500 kata, gambar minimal 2-4 per artikel, perkuat kata kunci tertentu.
Visi-misi Google itu telah kami terapkan setahun sebelum HCU, yaitu pada 2021 (HCU pertama kali dikenalkan 2022). dan memang terbukti ampuh melewati berbagai perubahan algoritma. Kebetulan filosofi kami sejalan dengan algoritma Google, sehingga kami benar-benar diuntungkan; sementara banyak situs lainnya tumbang tiap pembaruan algoritma karena masih menerapkan strategi konten adalah raja yang harus melayani mesin, bukan manusia.
Penutup
Konten tetaplah raja, tapi tujuannya bergeser dari memahami mesin menjadi memahami manusia. Jika kita tetap mempertahankan konsep SEO lama yang sudah mapan tapi usang, kita hanya akan mengejar ekor algoritma. Setiap pembaruan akan kita ikuti dengan saksama.
Dengan mengubah tujuan konten menjadi memahami manusia, kita tidak bersaing atau mengikuti algoritma, tetapi algoritma yang mengikuti dan melayani kita; manusia.
Topik dalam Artikel Ini
Memuat kontributor…
Dan para kontributor lainnya yang mendukung MauCariApa.com.
Telkomsel OrbitPenyedia layanan internet rumah yang menggunakan perangkat modem WiFi tanpa langganan
Penyedia layanan internet rumah yang menggunakan perangkat modem WiFi tanpa langganan
Diskusi & Komentar
Panduan Komentar
- • Gunakan bahasa yang sopan dan konstruktif
- • Hindari spam, promosi, atau link yang tidak relevan
- • Komentar akan terus dipantau secara berkala
Lanjut Membaca
Cara artikel tembus SERP tanpa pola Patel-fluencer
Cara menulis artikel era SEO modern yang makin sengit, kompetitif dan mengutamakan nilai konten.
Cara bersihkan web dari backlink spam atau yang berkualitas rendah
Cara ampuh bersihkan situs web kita dari serangan masif backlink negatif yang biasanya menggunakan pola yang mudah ditebak